Kategori: Pendidikan

  • Pasal Yang Disangkakan untuk Tersangka Kasus Korupsi SMP 2024 Masih Teka-teki

    Pasal Yang Disangkakan untuk Tersangka Kasus Korupsi SMP 2024 Masih Teka-teki

    SAMPANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang belum membeberkan pasal yang menjerat 3 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada 19 paket pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru SMP tahun 2024, sumber dana DAU dan DAK senilai Rp7,5 miliar di Dinas Pendidikan Sampang.

    Kepala Kejari Sampang Mochammad Iqbal menjelaskan, saat ini masih melakukan pendalaman mengenai konstruksi hukum perkara tersebut.

    “Untuk pasalnya, sementara belum bisa kami sampaikan. Karena, ini masuk dalam konstruksi teknis yang nantinya akan mempengaruhi dakwaan dan tuntutan,” jelasnya, Sabtu (29/8/2026).

    Pada tahap ini, lanjut Iqbal, untuk penyampaian pasal secara terbuka dirasa belum tepat. Mengingat, kejaksaan masih butuh waktu untuk melengkapi konstruksi perkara sebelum seluruhnya disampaikan ke publik.

    “Proses penyidikan masih terus berjalan. Kami masih membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara ini,” ujarnya.

    Iqbal meminta waktu untuk melakukan pengungkapan kasus ini secara menyeluruh, terutama pihak-pihak yang diduga terlibat.

    Termasuk, praktik-praktik yang berpotensi melanggar hukum dalam pelaksanaan kegiatan proyek yang menggunakan uang negara.

    Diketahui, Kejari Sampang telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus ini, yaitu:

    1. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Fadeli (MF) selaku Pengguna Anggaran (PA).

    2. Mantan Kepala Bidang SMP Ach. Toharuddin  (AT) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

    3. Ketua Gapensi Jawa Timur Mohammad Syarifuddin (MS) selaku pihak swasta.

    Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian perbuatan dan pihak yang bertanggung jawab.

    Sementara, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp2,7 miliar.

    (Mansur)

  • Dua Mantan Pejabat Disdik Sampang dan Kontraktor Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

    Dua Mantan Pejabat Disdik Sampang dan Kontraktor Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

    SAMPANG, Ketik Data – Sorotan terhadap proyek rehabilitasi dan pembangunan sekolah jenjang SMP di Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2024 akhirnya memasuki babak hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing dua mantan pejabat Dinas Pendidikan Sampang dan satu pihak swasta.

    Dua tersangka dari unsur aparatur sipil negara (ASN) masing-masing berinisial AT, mantan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sampang, dan MF, mantan Kepala Dinas Pendidikan Sampang. Sementara tersangka lainnya berinisial MS, merupakan pihak swasta.

    Penetapan tiga tersangka tersebut menjadi titik penting dari rangkaian persoalan yang sebelumnya ramai diberitakan dan mendapat sorotan publik. Setelah persoalan proyek SMP menjadi perhatian, Kejari Sampang melakukan penyelidikan hingga berlanjut pada proses hukum yang kini menempatkan dua ASN dan seorang kontraktor sebagai tersangka.

    Artinya, perkara ini bukan sekadar berhenti pada pemberitaan dan sorotan publik. Penanganannya menjadi produk Kejaksaan setelah dilakukan proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik.

    Kepala Kejari Sampang, Mochamad Iqbal, mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang telah ditemukan dan dikumpulkan penyidik.

    “Berdasarkan alat bukti yang telah ditemukan dan dikumpulkan oleh tim penyidik, ketiga tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama,” kata Mochamad Iqbal, Kamis (27/8/2026).

    Perkara tersebut berkaitan dengan 19 paket pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan fisik pada Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2024. Seluruh pekerjaan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

    Total nilai anggaran 19 paket pekerjaan tersebut mencapai Rp7.609.858.700. Namun, berdasarkan hasil penghitungan tim penyidik, dugaan tindak pidana korupsi itu mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp2,7 miliar.

    Nilai tersebut menjadi sorotan tersendiri. Sebab, dugaan kerugian negara mencapai lebih dari sepertiga total anggaran yang dialokasikan untuk 19 paket pekerjaan tersebut.

    Penetapan tersangka juga menambah catatan perkara hukum yang melibatkan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang di bawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi.

    Namun, status hukum dua mantan pejabat tersebut merupakan pertanggungjawaban hukum secara individual dan tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan Bupati dalam perkara tersebut.

    Di sisi lain, perkara ini kembali menunjukkan betapa pentingnya fungsi kontrol masyarakat terhadap proyek-proyek yang menggunakan uang rakyat. Kritik, pengawasan dan informasi dari masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mendorong terbukanya persoalan yang sebelumnya tidak terlihat.

    Setelah menetapkan ketiganya sebagai tersangka, Kejari Sampang melakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Sampang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

    “Ketiganya dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Sampang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Iqbal.

    Penyidik selanjutnya masih harus mengurai konstruksi perkara secara utuh, termasuk peran masing-masing tersangka, mekanisme pelaksanaan 19 paket pekerjaan serta rangkaian dugaan perbuatan melawan hukum yang disebut menyebabkan kerugian negara sekitar Rp2,7 miliar.

    Pada akhirnya, proyek sekolah bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Di balik Rp7,6 miliar uang negara itu ada hak masyarakat dan kebutuhan anak-anak sekolah. Uang negara bukan milik pejabat, bukan pula milik kontraktor. Setiap rupiah yang dikucurkan untuk pembangunan adalah uang rakyat dan ketika dugaan penyimpangan muncul, publik berhak mengetahui ke mana uang itu mengalir dan siapa yang harus mempertanggungjawabkannya.

  • Polresta Sumenep Edukasi 140 Siswa MAN tentang AI, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi

    Polresta Sumenep Edukasi 140 Siswa MAN tentang AI, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi

    SUMENEP ( KETIK DATA ) Dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Polresta Sumenep melalui Bag SDM bersama Satbinmas dan Satlantas melaksanakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Paham AI di MAN Sumenep, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Selasa (18/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh 140 siswa MAN Sumenep. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Polresta Sumenep dalam memberikan edukasi kepada pelajar agar mampu memahami perkembangan teknologi AI secara cerdas, bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ps. KBO Satlantas Polresta Sumenep Ipda Nova Apriyanto, S.H., Ps. Kasubnit Bintibsos Satbinmas Polresta Sumenep Bripka Nurmalita, S.H., Kepala Sekolah MAN Sumenep, anggota Bag SDM Polresta Sumenep, anggota Satbinmas Polresta Sumenep, anggota Satlantas Polresta Sumenep, Kasubnit 1 Kamsel, serta para siswa MAN Sumenep.

    Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan kecerdasan buatan serta pentingnya memiliki literasi digital yang baik di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Para pelajar juga didorong untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung kegiatan belajar, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan diri secara positif.

    Polresta Sumenep menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta batasan penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa. Edukasi tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan yang memadai sehingga mampu menghadapi perkembangan era digital dengan lebih siap dan bijaksana.

    Melalui kegiatan Sosialisasi Edukasi Paham AI, Polresta Sumenep terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah dunia pendidikan serta berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan bertanggung jawab dalam menggunakan kecerdasan buatan.

    “Bijak menggunakan teknologi, cerdas memanfaatkan AI, dan tetap berkarakter dalam setiap langkah.”

  • SMKS An Nur Al Muntahy Banyuates Sampang Raih Juara 2 ASTRA 2026

    SMKS An Nur Al Muntahy Banyuates Sampang Raih Juara 2 ASTRA 2026

    SAMPANG ( KETIK DATA ) Prestasi membanggakan ditorehkan SMKS An Nur Al Muntahy, sekolah yang beralamat di Desa Kebun Jeruk, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 2 Program Anugerah Sekolah Terawat (ASTRA) Tahun 2026 kategori sekolah swasta.

    Penghargaan itu diberikan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang dalam rangkaian Gebyar Edukasi dan Budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Kegiatan penghargaan digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang pada 18 Agustus 2026. Capaian SMKS An Nur Al Muntahy menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap sekolah yang dinilai mampu membangun budaya merawat, memanfaatkan, dan mengelola sarana serta prasarana sekolah secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Piagam penghargaan yang diterima SMKS An Nur Al Muntahy mencantumkan sekolah tersebut sebagai Terbaik 2 Program Anugerah Sekolah Terawat (ASTRA) Tahun 2026 kategori sekolah swasta.

    Bagi keluarga besar SMKS An Nur Al Muntahy, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam. Prestasi itu menjadi bentuk apresiasi atas kerja bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta mendukung kegiatan belajar mengajar.

    Kepala SMKS An Nur Al Muntahy, Mohamad Ali Fahmi Eka, S.T., menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang beserta seluruh jajaran atas apresiasi yang diberikan kepada sekolahnya.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kacabdin Sampang yang telah memberikan apresiasi kepada SMKS An Nur Al Muntahy. Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas sekolah,” ujar Mohamad Ali Fahmi Eka, S.T.

    Menurut Fahmi, penghargaan tersebut tidak lahir dari kerja satu pihak. Capaian itu merupakan hasil kebersamaan seluruh warga sekolah yang selama ini berupaya menjaga lingkungan, fasilitas, serta sarana dan prasarana pendidikan agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan Al Muntahy, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag., yang dinilai terus memberikan doa, dukungan, dan support penuh terhadap perkembangan SMKS An Nur Al Muntahy.

    “Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ketua Yayasan Al Muntahy, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag., atas doa dan support penuh kepada sekolah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan staf SMKS An Nur Al Muntahy yang telah bahu-membahu, bekerja bersama dengan penuh tanggung jawab, sehingga kami bisa memperoleh penghargaan ini,” katanya.

    Fahmi berharap penghargaan tersebut tidak membuat seluruh keluarga besar sekolah berpuas diri. Sebaliknya, capaian Juara 2 ASTRA 2026 diharapkan menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas sekolah dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

    “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi sekolah kami agar lebih berprestasi lagi di masa depan. Kami ingin menjadikan penghargaan ini sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, pelayanan pendidikan, serta prestasi siswa dan sekolah,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang mampu menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang terawat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

    Menurut Mas’udi, Program ASTRA tidak hanya menilai bagaimana kondisi fisik lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya merawat dan memanfaatkan sarana prasarana secara bersama-sama. Sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta berkelanjutan.

    Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi SMKS An Nur Al Muntahy dan sekolah lainnya untuk terus berinovasi. Prestasi, kata dia, harus menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

    Bagi SMKS An Nur Al Muntahy di Desa Kebun Jeruk, Kecamatan Banyuates, penghargaan Juara 2 ASTRA 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan sekolah. Prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah swasta di wilayah utara Kabupaten Sampang mampu tampil dan bersaing melalui komitmen, kerja sama, serta budaya menjaga lingkungan pendidikan.

    Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan baru bagi SMKS An Nur Al Muntahy untuk terus melahirkan prestasi berikutnya, bukan hanya dalam aspek lingkungan sekolah, tetapi juga dalam bidang akademik, keterampilan, karakter, dan prestasi peserta didik.

  • Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    PAMEKASAN ( a-satu.net/ ) Satuan Binmas Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menggelar kegiatan sosialisasi "Program Paham Artificial Intelligence (AI)" bagi para siswa-siswi di SMKN 3 Pamekasan, Jalan Kabupaten No. 103, Selasa (18/8/2026) pagi.

    ​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Pamekasan AKP Nanang HP, S.H. beserta tim yang terdiri dari enam personel. Turut hadir dalam acara ini Kepala Sekolah SMKN 3 Pamekasan, para guru pendamping, serta sekitar 100 pelajar yang mengikuti materi dengan penuh antusias.

    Kapolres Pamekasan melalui ​Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah proaktif Kepolisian dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kesadaran teknologi di kalangan generasi muda.

    ​"Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI saat ini berjalan sangat pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, etis, dan produktif," ujar IPDA Yoni.

    ​Ia menambahkan bahwa selain dorongan untuk terus berinovasi, edukasi mengenai keamanan digital dan etika penggunaan teknologi juga penting diberikan untuk membentengi pelajar dari ancaman kejahatan siber, penyebaran disinformasi, serta penyalahgunaan data pribadi.

    ​"Kami berharap para siswa-siswi SMKN 3 Pamekasan tidak hanya menjadi pengikut arus teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," pungkasnya.

    ​Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung aman, lancar, dan mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah maupun para peserta.

  • Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

    Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

    Ramadan is the ninth month of the Islamic calendar and is considered the holiest month for Muslims worldwide. During Ramadan, Muslims fast from dawn until sunset, abstaining from food, water, and other physical needs. It is a time of spiritual reflection, increased devotion, and charitable giving.

    The purpose of fasting during Ramadan is to attain greater self-discipline, patience, and spirituality. Muslims believe that by abstaining from food and drink, they are able to focus more on their faith and connect with God on a deeper level. It is also believed that fasting during Ramadan helps to purify the soul and forgive sins.

    In addition to fasting, Muslims also engage in extra acts of worship during Ramadan. They spend more time reading the Quran, attending prayer services, and performing acts of charity. This is also a time for Muslims to strengthen relationships with family and friends, as they gather for iftar, the breaking of the fast at sunset.

    Ramadan is also a time for Muslims to reflect on their blessings and be grateful for what they have. It is a time to remember those who are less fortunate and to give to those in need. This is exemplified through the practice of zakat, which is the giving of a percentage of one’s wealth to the poor and needy.

    The end of Ramadan is marked by the celebration of Eid al-Fitr, which is a joyous time for Muslims to come together and celebrate the completion of their fast. This is a time for forgiveness, reconciliation, and unity, as Muslims seek to strengthen their bonds with one another and with God.

  • Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

    Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

    “Wednesday” follows a teenage Wednesday Addams as she navigates life as a student at Nevermore Academy, a supernatural school in New England. Despite her gloomy and mysterious demeanor, Wednesday is determined to solve a supernatural mystery that threatens to unravel the entire school. Along the way, she forms unexpected alliances with fellow students and clashes with the school’s headmistress, who has a hidden agenda of her own.

    The series is produced by Tim Burton and stars Jenna Ortega as Wednesday Addams, alongside Catherine Zeta-Jones as the headmistress and Luis Guzmán as Gomez Addams. It promises to be a dark and humorous coming-of-age tale, with plenty of supernatural twists and turns.

    As the daughter of the famously eccentric Addams family, Wednesday is no stranger to the bizarre and macabre. But as she sets out to uncover the truth behind the supernatural occurrences at Nevermore Academy, she finds herself confronting her own inner demons and coming to terms with her unique abilities.

    With its iconic characters and quirky humor, “Wednesday” is sure to be a hit with fans of the Addams Family franchise and anyone who loves a good supernatural mystery. The series is set to premiere on Netflix in the near future.

  • Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

    Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

    Reading is an essential skill that helps children succeed academically and personally. However, in today’s digital age, children are often more interested in playing video games or watching TV than reading books. In this article, we will explore tips and strategies for encouraging kids to develop a love of reading and build a lifelong reading habit.

    Make Reading Fun The first step in encouraging children to develop a love of reading is to make it fun. Parents can make reading an enjoyable activity by choosing books that are age-appropriate and engaging, reading aloud together, and incorporating interactive elements, such as sound effects or character voices. Creating a cozy reading nook in the house can also help make reading a comfortable and inviting experience.

    Lead by Example Parents can also lead by example by modeling a love of reading themselves. When children see their parents reading, they are more likely to view reading as a positive and enjoyable activity. Parents can also encourage children to read by discussing books and sharing their own reading experiences with them.

    Create Reading Incentives Creating reading incentives is another effective way to encourage children to read. Parents can set goals for the number of books or pages read and offer rewards for achieving those goals, such as a special treat or a trip to the bookstore. Book clubs and reading challenges can also be fun ways to incentivize reading and build a sense of community around it.

    Encourage Reading Diversity Encouraging children to read a diverse range of books can also help foster a love of reading. Parents can introduce children to books that feature diverse characters, cultures, and experiences. This can help children develop empathy, broaden their perspective, and learn about different ways of life.

    Conclusion In conclusion, building a love of reading is an important way to encourage children to develop a lifelong reading habit. Making reading fun, leading by example, creating reading incentives, and encouraging reading diversity are all effective strategies for fostering a love of reading in children. With a little bit of effort and creativity, parents can help their children develop a love of reading that will last a lifetime.

  • Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

    Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

    Education is a fundamental right for every individual, and it is essential to have equitable access to education. However, in Indonesia, access to education remains unequal, and disparities in educational outcomes persist. Addressing these disparities is a critical step towards building a more just and equitable society.

    One of the main barriers to access to education in Indonesia is poverty. Many families cannot afford to pay for schooling or related expenses, such as uniforms and textbooks. This disproportionately affects students in rural areas and those from marginalized communities, who may face additional barriers such as distance and lack of infrastructure.

    Gender is also a significant factor in access to education in Indonesia. While gender gaps in educational attainment have been decreasing, girls still face more obstacles to accessing education than boys. This is particularly true in more conservative regions of the country, where cultural norms and practices may limit girls’ access to education.

    Addressing these disparities requires a multifaceted approach. One of the most critical steps is to increase funding for education, particularly in underserved areas. The government has taken steps towards this, such as implementing a program to provide free education to all children for twelve years. However, more needs to be done to ensure that this policy is effectively implemented and reaches those who need it the most.

    Another crucial aspect of addressing disparities in education is to provide support to disadvantaged students. This includes providing scholarships, financial assistance, and mentoring programs. Efforts should also be made to improve the quality of education in underserved areas, by investing in infrastructure, training teachers, and providing resources and materials.

    In conclusion, addressing equity and access in Indonesian education requires a sustained and concerted effort. By addressing factors such as poverty, gender disparities, and educational quality, Indonesia can build a more just and equitable society that values and prioritizes education as a right for all.