Kategori: Daerah

  • Bukan Sekadar Nostalgia, “SEBAB APA” Kembali Hadir dengan Sentuhan Baru Kirana Musik

    Bukan Sekadar Nostalgia, “SEBAB APA” Kembali Hadir dengan Sentuhan Baru Kirana Musik

    KOTA BARU (a-satu.net/) – Dangdut tak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu dinyalakan kembali. Kini, denyut itu kembali terasa lewat “SEBAB APA”, karya M. Haris yang pernah populer melalui penyanyi legendaris dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih, dan kini dihadirkan kembali oleh Kirana Musik dengan sentuhan generasi baru.

    Bagi pencinta dangdut lawas, judul “SEBAB APA” bisa menjadi pintu menuju nostalgia. Namun bagi generasi muda, lagu ini hadir sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat salah satu warna musik dangdut klasik yang memiliki perjalanan panjang.

    “SEBAB APA” menjadi karya keenam Kirana Musik yang dipublikasikan melalui YouTube. Rilis ini sekaligus menegaskan langkah Kirana Musik untuk tidak sekadar mengikuti arus musik kekinian, tetapi juga menghidupkan kembali karya-karya dangdut klasik agar tidak tenggelam ditelan zaman.

    Kirana Musik mempertahankan roh dangdut dalam aransemen lagu tersebut. Sentuhan klasik tetap menjadi fondasi, sementara penggarapan musik dibuat lebih segar agar terdengar dekat dengan telinga pendengar masa kini.

    Di balik kekuatan lagu itu, ada suara Umi Syahirah yang menjadi ujung tombak vokal. Karakter suaranya yang kuat dipadukan dengan penghayatan emosional, membuat “SEBAB APA” tidak sekadar terdengar sebagai lagu, tetapi juga membawa suasana dan pesan yang ingin disampaikan.

    Kekuatan musikalnya semakin terasa dengan keterlibatan sejumlah musisi. Eko mengisi gitar, Ichal pada bass, Aris pada keyboard, Bhule pada gendang, serta Otnay pada suling.

    Perpaduan tersebut menciptakan warna dangdut yang tetap kental. Gendang dan suling menjaga napas klasik, sementara instrumen lainnya memperkuat aransemen sehingga lagu terdengar lebih utuh dan segar.

    Di tengah membanjirnya musik digital dengan tren yang berubah begitu cepat, Kirana Musik justru mengambil jalan berbeda: menghidupkan kembali memori melalui musik.

    Langkah tersebut menjadi penting karena lagu-lagu dangdut klasik bukan hanya bagian dari industri musik masa lalu. Di dalamnya tersimpan cerita, emosi, dan identitas musik yang pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

    Melalui “SEBAB APA”, Kirana Musik mencoba mempertemukan dua dunia tersebut. Generasi yang pernah mengenal lagu ini dapat kembali bernostalgia, sementara generasi muda diajak mengenal bahwa dangdut memiliki kekayaan sejarah dan karya yang jauh lebih luas.

    Karya keenam ini sekaligus menjadi penanda bahwa Kirana Musik masih ingin terus bergerak, berkarya, dan memberi ruang bagi musik dangdut untuk tetap hidup di tengah perubahan zaman.

    “SEBAB APA” kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kirana Musik.

    Satu lagu lama, satu suara baru, dan satu pesan sederhana: musik yang punya cerita tidak pernah benar-benar usang. Ia hanya menunggu generasi berikutnya untuk kembali mendengarkannya.

    (Tim)

  • “Garuda Bersatu Mengguncang Sampang, Ribuan Langkah Warga Warnai HUT RI ke-81”

    “Garuda Bersatu Mengguncang Sampang, Ribuan Langkah Warga Warnai HUT RI ke-81”

    Sampang (a-satu.net/) – Matahari belum tinggi ketika semangat kemerdekaan sudah memenuhi lingkungan Jalan Garuda, Minggu (30/8/2026). Langkah kaki warga yang berbaur sejak pagi bukan sekadar menuju garis finis. Di balik riuh senam, jalan sehat, hiburan, dan pembagian doorprize, ada satu pesan yang jauh lebih besar: kebersamaan masih menjadi kekuatan paling nyata di tengah masyarakat.

    Melalui kegiatan “Garuda Bersatu”, warga menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan momentum untuk mempertemukan kembali masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

    Sejak pukul 05.30 WIB, Lapangan Futsal Garuda menjadi titik awal sekaligus akhir rangkaian kegiatan. Warga dari berbagai kalangan berkumpul mengikuti senam bersama dan Jalan-Jalan Sehat (JJS) dengan semangat yang jauh melampaui sekadar olahraga.

    Tema “Mari Sehatkan Raga, Eratkan Persaudaraan, Wujudkan Kebersamaan” menjadi ruh kegiatan.

    JJS Garuda Bersatu dikemas dengan rangkaian acara yang membuat suasana semakin hidup. Senam bersama, jalan sehat, silaturahmi antarwarga, hiburan, kegiatan kebersamaan hingga pembagian doorprize dan berbagai hadiah menarik menjadi bagian dari perayaan.

    Namun, hadiah bukanlah satu-satunya magnet. Yang paling terasa justru ketika warga melebur dalam satu ruang. Tidak ada sekat antara usia, profesi maupun latar belakang. Semua berjalan, bercanda, berolahraga dan menikmati suasana kemerdekaan dalam satu semangat.

    “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Kebersamaan.”

    Slogan itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi gambaran bagaimana sebuah lingkungan dapat membangun kekuatan sosial melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama-sama.

    Keterlibatan sponsor dan pelaku usaha lokal turut memberikan warna tersendiri. Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan di tingkat lingkungan dapat tumbuh ketika masyarakat, pelaku usaha dan berbagai unsur pendukung bergerak dalam satu kepentingan: menciptakan ruang kebersamaan yang positif.

    Mengusung tema “Yang Muda Berkarya”, Garuda Bersatu juga menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam denyut kegiatan. Semangat kreativitas, olahraga dan kebersamaan diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi menjadi energi untuk membangun lingkungan secara berkelanjutan.

    Dukungan jajaran lingkungan juga menjadi salah satu faktor penting. Ketua RT 01, RT 02, RT 03 hingga Ketua RW 07 turut mendorong keterlibatan masyarakat agar kegiatan berlangsung aman, tertib, meriah dan tetap mengedepankan semangat gotong royong.

    Bagi warga Jalan Garuda, kemerdekaan rupanya tidak harus selalu diterjemahkan dalam seremoni besar.

    Kadang, kemerdekaan hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: warga keluar dari rumah, berjalan bersama, tertawa bersama, saling menyapa, lalu pulang membawa rasa bahwa mereka adalah bagian dari satu lingkungan yang sama.

    Sebab pada akhirnya, jalan sehat hanyalah aktivitasnya.

    Yang sedang dibangun adalah rasa memiliki.

    Dan ketika warga mampu melangkah dalam satu irama, menjaga satu sama lain, serta menempatkan kebersamaan di atas kepentingan pribadi, maka semangat kemerdekaan tidak berhenti pada angka 81 tahun.

    Ia hidup di tengah masyarakat—dalam setiap langkah yang dilakukan bersama.

    Garuda Bersatu. Satu langkah, satu semangat, satu kebersamaan.

  • Polsek Dau Gelar “Dau Seduluran”, Makan Gratis untuk Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

    Polsek Dau Gelar “Dau Seduluran”, Makan Gratis untuk Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

    MALANG – Polsek Dau terus memperkuat kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat melalui program Dau Seduluran. Mengusung semangat “Mangan Wareg, Seduluran Raket”, kegiatan makan gratis ini digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Mapolsek Dau, Kabupaten Malang.

    Program yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali tersebut menjadi wadah silaturahmi antara jajaran Polsek Dau dan masyarakat dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menikmati hidangan secara gratis, masyarakat juga dapat berdialog, menyampaikan aspirasi, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kepolisian.

    Kapolsek Dau Kompol Purwanto Sigit Raharjo, S.H., M.H., mengatakan bahwa program Dau Seduluran merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis dan kebersamaan.

    “Mangan wareg, seduluran raket. Melalui kegiatan makan gratis ini, kami ingin masyarakat semakin dekat dengan Polsek Dau. Dari kebersamaan seperti ini, kita dapat saling mengenal, berkomunikasi, dan bersama-sama menjaga Kecamatan Dau agar tetap aman, nyaman, dan guyub,” ujar Kompol Purwanto Sigit Raharjo.

    Melalui program Dau Seduluran, Polsek Dau berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat terus terjalin semakin erat. Kebersamaan yang dibangun dari satu meja makan diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kecamatan Dau.

    Mangan bareng, wareg bareng, seduluran makin raket. Bersama Polsek Dau, wujudkan Dau yang aman, nyaman, dan guyub.

  • Ormas Garuda Gelar Jumat Berkah, Bagikan Paket Sembako kepada Warga Dupak Timur Surabaya

    Ormas Garuda Gelar Jumat Berkah, Bagikan Paket Sembako kepada Warga Dupak Timur Surabaya

    SURABAYA – Organisasi Masyarakat (Ormas) Garuda kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di Kampung Dupak Timur Gang 04, Surabaya, Jumat (28/8/2026).

    Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Samsul Muh’arif, SH selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Ormas Garuda. Pembagian sembako dilakukan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

    Program Jumat Berkah ini merupakan salah satu kegiatan sosial yang digagas oleh Habib Musleh, SH selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas Garuda. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan antara Ormas Garuda dengan warga.

    Dalam kegiatan tersebut, Samsul Muh’arif, SH membagikan paket sembako satu per satu kepada warga kurang mampu. Warga penerima bantuan tampak antusias dan menyambut kegiatan tersebut dengan penuh rasa syukur.

    Sejumlah warga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Ormas Garuda serta mendoakan agar seluruh anggota organisasi selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, kekompakan, dan terus memberikan manfaat di tengah masyarakat.

    Ketua Ormas Garuda, H. Rosuli, menyampaikan bahwa program Jumat Berkah merupakan bentuk sedekah berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Menurutnya, hari Jumat merupakan momentum yang baik bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial, berbagi dengan sesama, sekaligus memperkuat tali silaturahmi.

    “Tujuan kegiatan itu menyambung silaturahmi bersama masyarakat setempat karena acara dilakukan secara bersama-sama,” ujar H. Rosuli.

    Sementara itu, Samsul Muh’arif, SH selaku Korlap Ormas Garuda menegaskan bahwa kegiatan berbagi tersebut dilakukan dengan niat tulus tanpa maksud atau kepentingan tertentu.

    “Bersedekah tidak ada maksud apa pun, semuanya murni untuk mencari karunia dan pahala dari Allah SWT. Karena bersedekah tidak akan membuat kita menjadi sengsara ataupun miskin,” ungkapnya.

    Ia berharap kegiatan Jumat Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

    Selain membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga kurang mampu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan membangun kepedulian sosial antara Ormas Garuda dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

  • Bachruni Aryawan Ingatkan ASN P2CKTR Sidoarjo Tolak Gratifikasi dan Tertib Administrasi

    Bachruni Aryawan Ingatkan ASN P2CKTR Sidoarjo Tolak Gratifikasi dan Tertib Administrasi

    ​SIDOARJO, Ketik Data – Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo menggelar Sosialisasi Anti Gratifikasi dan Penguatan Integritas pada Jumat (28/8/2026). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat budaya antikorupsi sekaligus menerapkan prinsip zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

    ​Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengusung tema “Memperkuat Budaya Antikorupsi dan Nilai-nilai Integritas Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo.” Sosialisasi mendasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 78 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) menolak serta melaporkan segala bentuk penerimaan yang berkaitan dengan jabatan.

    ​Kepala Dinas P2CKTR Kabupaten Sidoarjo, Ir. Mochamad Bachruni Aryawan, MM, menegaskan pentingnya kehati-hatian dan transparansi, khususnya pada pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari anggaran negara.

    ​”Setiap tahapan pekerjaan fisik harus dijalankan secara cermat dan sesuai ketentuan. Jangan sampai terjadi kelebihan pembayaran, baik dalam pelaksanaan maupun pencairan anggaran. Proses perencanaan dari konsultan perencana juga harus dievaluasi ketat untuk menutup celah permainan proyek,” tegas Bachruni di hadapan peserta sosialisasi.

    ​Ia juga menyoroti temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang kerap menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum. Oleh karena itu, tertib administrasi dan akuntabilitas kerja menjadi hal mendasar yang tidak boleh ditawar.

    ​”Hasil audit BPK merupakan bahan evaluasi krusial. Saya minta seluruh jajaran makin teliti dan bertanggung jawab. Selain itu, kami mendorong pelibatan penyedia jasa lokal sepanjang memenuhi syarat, agar proses pengawasan dan evaluasi pekerjaan dapat dilakukan secara lebih optimal,” tambah Bachruni.

    ​Dalam sosialisasi yang dimoderatori oleh Sekretaris Dinas P2CKTR, Didik Widiyoko, S.Sos., M.MT., dijelaskan bahwa gratifikasi tidak hanya terbatas pada uang tunai, tetapi mencakup barang, komisi, pinjaman tanpa bunga, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, hingga diskon dan tiket perjalanan.

    ​Ruang lingkup yang menjadi perhatian utama pengawasan meliputi layanan publik, penyusunan anggaran, audit, perjalanan dinas, mutasi/promosi jabatan, hingga proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).

    ​Sesuai ketentuan UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), setiap gratifikasi yang diterima wajib dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) daerah. UPG berperan mengelola laporan, memberikan konsultasi, memverifikasi data, hingga berkoordinasi langsung dengan KPK terkait penetapan status kepemilikan barang gratifikasi tersebut.

    ​Melalui agenda ini, Dinas P2CKTR Sidoarjo berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

  • Rumah Warga di Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta

    Rumah Warga di Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta

    PAMEKASAN – Sebuah rumah milik warga di Dusun Soloh Dajah, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan hangus terbakar pada Kamis (27/8/2026) malam.

    ​Kasihumas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M. membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB dan api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 20.00 WIB berkat kesigapan petugas gabungan dan warga setempat.

    ​”Benar, telah terjadi kebakaran satu unit rumah tinggal di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. Berdasarkan laporan dari Kapolsek Pademawu Iptu Sutikno, S.H., M.M., petugas gabungan dari Polsek Pademawu, Tim Identifikasi Polres Pamekasan, Pemadam Kebakaran, serta PLN langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) begitu menerima informasi dari masyarakat,” ujar Yoni.

    ​Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang berada di dekat lokasi kejadian. Usai melaksanakan sholat Maghrib, saksi mencium bau keras seperti kertas terbakar yang berasal dari dalam rumah korban, Rahmad Hidayatullah Razak (45). Tak lama kemudian, terdengar suara kaca pecah disusul kobaran api yang membesar dari dalam rumah. Saksi seketika berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk memadamkan api dan menghubungi pihak kepolisian serta pemadam kebakaran.

    ​Dugaan sementara, penyebab kebakaran dipicu oleh aksi pemilik rumah sendiri yang memiliki riwayat gangguan jiwa (ODGJ) dengan membakar barang-barang yang ada di dalam rumah.

    ​”Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemilik rumah berhasil diselamatkan. Kerugian materiel diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah),” jelas Kasihumas.

    Yoni menambahkan bahwa personel Kepolisian dari Polsek Pademawu dan Polres Pamekasan telah selesai melakukan olah TKP, mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

    ​Pihak Polres Pamekasan juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan di lingkungan pemukiman masing-masing, terutama apabila terdapat pihak keluarga atau warga sekitar yang membutuhkan penanganan khusus agar hal-hal yang membahayakan keselamatan umum dapat diantisipasi sejak dini.

  • Lahan Sawah Gunung Eleh Sempat Gegerkan Warga, Tim ESDM Turun Lakukan Pengukuran Geolistrik Didampingi BPBD

    Lahan Sawah Gunung Eleh Sempat Gegerkan Warga, Tim ESDM Turun Lakukan Pengukuran Geolistrik Didampingi BPBD

    Sampang (a-satu.net/) – Suara gemuruh dari bawah permukaan lahan persawahan di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, sempat menggegerkan warga.

    Fenomena tak biasa tersebut langsung mendapat perhatian lintas instansi. Tim ESDM Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Sampang, Bagian Perekonomian Setda Sampang, Kecamatan Kedungdung, serta Pemerintah Desa Gunung Eleh turun ke lokasi untuk memastikan sumber suara sekaligus memeriksa kondisi bawah permukaan tanah.

    Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 10:00 hingga jam 13:02, Tim ESDM menggunakan metode geolistrik untuk membaca struktur dan kondisi lapisan tanah di sekitar titik yang dilaporkan mengeluarkan suara gemuruh.

    Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan fenomena tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat.

    “Kami tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan teknis. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi di lokasi aman dan mencari tahu secara ilmiah apa yang menyebabkan munculnya bunyi gemuruh tersebut,” ujar Hozin.

    Menurutnya, BPBD bersama instansi teknis masih melakukan pemantauan di lokasi. Hasil kajian ESDM nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

    Sementara itu, Gabriel dari Tim ESDM Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa suara gemuruh sudah tidak terdengar ketika pemeriksaan dilakukan. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab fenomena tersebut.

    “Setelah kami melakukan pengecekan dari pagi sampai saat ini, suara tersebut tidak ada. Kemungkinan di kemudian hari bisa berbunyi lagi. Kami masih melakukan pengukuran geolistrik di lokasi, apakah indikasinya berkaitan dengan air atau gas. Mohon waktu untuk hasil analisis kami,” ungkap Gabriel di Sela-sela kegiatan.

    Ia mengatakan, dari kondisi yang ditemukan saat pemeriksaan, masyarakat belum perlu panik. Tidak ditemukan adanya semburan maupun indikasi langsung yang menunjukkan kondisi darurat.

    “Kalau tidak ada perubahan di lokasi, insyaallah aman-aman saja karena tidak mengeluarkan semburan apa pun,” jelasnya.

    Namun, ESDM meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri dengan melakukan pengeboran ataupun penggalian di sekitar titik fenomena.

    “Masyarakat jangan melakukan pengeboran atau penggalian sebelum hasil analisis kami keluar. Kami ingin mengetahui terlebih dahulu bunyi itu berasal dari mana. Kami usahakan secepatnya, dalam waktu sekitar dua minggu hasilnya akan keluar,” pungkas Gabriel.

    Hingga kini, misteri sumber suara gemuruh tersebut belum terjawab. Tim ESDM masih menganalisis hasil pengukuran geolistrik untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah tanah dan mencari kemungkinan sumber fenomena.

    Apakah suara tersebut berkaitan dengan pergerakan air, gas, atau kondisi geologi tertentu di bawah permukaan, masih menunggu hasil kajian teknis.

    Yang jelas, suara yang sempat membuat warga Gunung Eleh bertanya-tanya itu kini bukan lagi sekadar cerita dari mulut ke mulut. Fenomena tersebut telah masuk meja pemeriksaan teknis, dan jawabannya kini menunggu pembuktian dari data geologi.

  • Harga Tembakau Sampang 2026 Naik, Tembakau Gunung Capai Rp70 Ribu per Kg

    Harga Tembakau Sampang 2026 Naik, Tembakau Gunung Capai Rp70 Ribu per Kg

    SAMPANG – Pada musim panen tahun ini, harga tembakau di tingkat petani Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menunjukkan tren angka positif.

    Berikut daftar harga tembakau di Sampang:

    . Tembakau Sawah, berkisar Rp. 45 – 50 ribu/kg.
    . Tembakau Tegal, berkisar Rp. 55 – 60 ribu/kg.
    . Tembakau Gunung, berkisar Rp. 65 – 70 ribu/kg.

    “Harga tersebut sudah berada di atas titik impas (Break Event Point/BEP) petani yang diperkirakan sekitar Rp. 45 ribu per kilogram,” terang Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang Nurdin, pada Rabu (26/8/2026).

    Namun, lanjut Nurdin, perhitungan itu belum termasuk biaya tenaga kerja selama proses budi daya.

    Menurutnya, harga saat ini cukup memberikan keuntungan bagi petani. Namun, besarnya keuntungan bergantung pada biaya produksi yang dikeluarkan.

    “Jaga kualitas tembakau. Jangan campur daun dengan mutu yang berbeda. Usahakan tidak menambah berat tembakau dengan bahan lain. Sebab, di setiap gudang itu sudah ada petugas penilai (grader) yang menentukan kualitas dan harga jual,” pesannya.

    Terpisah, Mahrus, warga Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, berharap, nilai harga jual tembakau tetap tinggi dan bisa bertahan hingga akhir musim demi menutup biaya produksi. Termasuk biaya perawatan, pupuk, dan tenaga kerja.

    “Semoga harga tembakau tetap tinggi dan stabil hingga akhir musim. Biar pendapatan petani bisa meningkat demi menjamin kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

  • Sumenep Peduli, Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Nyabakan Barat

    Sumenep Peduli, Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Nyabakan Barat

    SUMENEP, Ketik Data – Wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus ditunjukkan Polresta Sumenep melalui program sosial kemasyarakatan. Pada hari Senin, 24 Agustus 2026, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Sumenep Peduli dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di Dusun Moncol, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Sumenep untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Sumenep menyerahkan secara langsung paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga kurang mampu.

    Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi nyata dari semangat Polri Presisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Melalui program Sumenep Peduli, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga penerima manfaat.

    Masyarakat yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polresta Sumenep. Kehadiran Kapolresta bersama jajaran tidak hanya membawa bantuan sembako, tetapi juga memberikan semangat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

    Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, Polresta Sumenep berharap dapat terus memperkuat sinergi dan kebersamaan dengan masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep.

  • Kapolresta Sumenep Sapa Wisatawan di Pantai Lombang, Patroli Harkamtibmas Jaga Kamtibmas

    Kapolresta Sumenep Sapa Wisatawan di Pantai Lombang, Patroli Harkamtibmas Jaga Kamtibmas

    SUMENEP, Ketik Data – Pada hari Senin, 24 Agustus 2026, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polresta Sumenep melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas melalui program Polisi Menyapa di kawasan wisata Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya Polresta Sumenep dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, khususnya di lokasi wisata yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat maupun wisatawan. Dalam patroli tersebut, Kapolresta bersama rombongan menyapa langsung para pengunjung, pedagang, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Pantai Lombang.

    Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, Kapolresta Sumenep juga menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

    Program Polisi Menyapa ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat guna mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga. Melalui dialog dan komunikasi secara langsung, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun informasi terkait situasi keamanan di lingkungan sekitarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pantai Lombang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Kapolresta Sumenep bersama jajaran mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa lebih nyaman dengan adanya patroli dan interaksi langsung dari aparat kepolisian.

    Polresta Sumenep berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.