Kategori: Daerah

  • Hindari Kendaraan dari Arah Berlawanan, Truk Box Pemicu Tabrakan Beruntun di Jrengik Sampang hingga Terperosok ke Sawah

    Hindari Kendaraan dari Arah Berlawanan, Truk Box Pemicu Tabrakan Beruntun di Jrengik Sampang hingga Terperosok ke Sawah

    SAMPANG, Ketik Data – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Senin (24/8/2026) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa tabrak belakang yang melibatkan tiga kendaraan ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp25 juta.

    Kapolres Sampang AKBP Anang Hadiyanto S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun tersebut.

    Kasi Humas menjelaskan, kronologi bermula saat sebuah truk box yang dikemudikan Febbi Eko Prastyo melaju dari arah timur menuju ke barat. Kaget saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, sopir truk secara mendadak membanting setir ke arah kiri demi menghindari tabrakan.

    “Namun manuver tersebut membuat truk box hilang kendali hingga langsung menghantam minibus Suzuki Carry yang sedang parkir di bahu jalan,” ujar AKP Eko Puji Waluyo.

    Situasi kian tak terkendali lantaran sepeda motor Honda Vario yang melaju tepat di belakang truk box tidak sempat mengantisipasi manuver mendadak tersebut. Karena jarak yang sudah sangat dekat, pengendara motor langsung menabrak bagian belakang truk box. Kerasnya benturan bahkan membuat unit minibus dan truk box ikut terperosok ke area sawah di pinggir jalan.

    Meski benturan tergolong keras, pengemudi truk box dan pengemudi minibus Suzuki Carry dinyatakan selamat tanpa mengalami luka berarti. Kendati demikian, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden ini.

    “Dua korban merupakan penumpang minibus atas nama Nur Qomariah dan Makiah, serta satu korban lainnya adalah pengendara sepeda motor atas nama Moh. Ba’i. Ketiganya telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Torjun,” imbuhnya.

    Saat ini, Unit Satlantas Polres Sampang telah bergerak cepat mengamankan barang bukti seluruh kendaraan yang terlibat serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihak kepolisian menegaskan bahwa perkara kecelakaan ini masih terus didalami oleh tim penyidik.

    “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di wilayah Kabupaten Sampang untuk senantiasa berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta segera beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk demi keselamatan bersama,” tutupnya tegas.

  • Dari Pesantren, PKB Sampang Satukan Tekad Perkuat Organisasi dan Pengabdian

    Dari Pesantren, PKB Sampang Satukan Tekad Perkuat Organisasi dan Pengabdian

    SAMPANG, Ketik Data – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dikemas dalam Serasehan Kebangsaan di Pondok Pesantren Bustanul Huffadz Assaidiyah, Stinggil, Kabupaten Sampang, Minggu 23-8-2026.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan soliditas seluruh jajaran PKB Sampang dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan peran partai di tengah masyarakat.

    Musancab ini turut dihadiri Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini, Mustasyar KH Ainur Rofik dan KH Jabir Ali Ridho, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) KH Nuruddin JC, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf, serta jajaran pengurus dan kader DPC maupun DPAC PKB se-Kabupaten Sampang.

    Ketua DPC PKB Sampang, H. Muhammad Farok, mengatakan Musancab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan langkah dan meneruskan amanah para pendiri PKB.

    “Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk sebuah agenda organisasi. Kita berkumpul untuk merawat sebuah amanah besar yang diwariskan oleh para muassis, para pendiri Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu para kiai dan alim ulama Nahdlatul Ulama,” ujar Muhammad Farok Sabtu (22-8).

    Menurutnya, PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan menjadi wadah perjuangan politik yang senantiasa menjunjung nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

    Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader untuk terus menjaga marwah organisasi, memperkuat hubungan dengan para ulama serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

    “PKB Sampang harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi dan memberikan manfaat. Kepercayaan masyarakat, para kiai dan warga Nahdliyin merupakan amanah yang harus kita jaga bersama,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh struktur partai, mulai dari tingkat ranting, DPAC hingga DPC.

    Menurutnya, soliditas organisasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan politik sekaligus memperkuat keberadaan PKB di Kabupaten Sampang.

    “Mari kita tingkatkan kekompakan dan semangat kebersamaan. Harapannya, pada pemilu yang akan datang PKB bisa kembali menjadi pemenang,” ajaknya.

    Ia berharap konsolidasi yang dilakukan melalui Musancab dapat menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin solid, terarah dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

    Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Jatim menyampaikan bahwa Musancab harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi.

    “Musancab ini bukan sekadar pengisian struktur kepengurusan. Ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target kemenangan serta meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan yang berkemanfaatan dan berkelanjutan,” tegas Musyaffa.

    Ia berharap jajaran PKB Sampang mampu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan membangun organisasi yang modern, proporsional dan semakin dekat dengan masyarakat.

    “Mari kita jadikan Musancab sebagai titik balik PKB semakin modern, proporsional dan semakin dicintai rakyatnya,” tambahnya.

    Musyaffa Rouf kemudian secara resmi membuka Musancab. Pembukaan tersebut disambut antusias dan tepuk tangan para peserta serta kader PKB yang hadir.

    Melalui kegiatan tersebut, DPC PKB Sampang berharap seluruh jajaran partai semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat komunikasi antarkader, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mempersiapkan langkah-langkah strategis menghadapi agenda politik mendatang.

    Musancab pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga amanah para ulama dan menghadirkan PKB yang semakin dekat dengan masyarakat Kabupaten Sampang.

  • Pekerja Proyek Tak Diketahui PPTK, Kinerja Plt Kadis PUPR Sampang Disorot

    Pekerja Proyek Tak Diketahui PPTK, Kinerja Plt Kadis PUPR Sampang Disorot

    SAMPANG, ( Ketik Data ) Proyek jalan yang belum diserahterimakan tetapi sudah mengalami kerusakan kini menyeret persoalan baru bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang. Bukan hanya mutu pekerjaan yang dipertanyakan, pengawasan dinas ikut menjadi sorotan.

    Kerusakan ditemukan pada sejumlah pekerjaan rabat beton ready mix, di antaranya Jalan Rajawali Baru, Jalan Pramuka, Jalan Aji Gunung dan Jalan Teuku Umar. Pekerjaan yang relatif baru tersebut disebut belum memasuki proses serah terima.

    Kondisi itu memunculkan pertanyaan mendasar. Bagaimana pekerjaan yang belum diserahterimakan bisa sudah menunjukkan kerusakan, dan siapa yang memastikan kualitasnya sejak awal?

    Pertanyaan tersebut semakin tajam ketika PPTK DPUPR Sampang, Dodi, dikonfirmasi mengenai pihak yang mengerjakan proyek di lapangan. Jawabannya justru mengejutkan: ia mengaku tidak mengetahui siapa pelaksananya.

    Pengakuan tersebut membuat fungsi pengawasan proyek patut dipertanyakan. Sebab, ketika pejabat teknis kegiatan tidak mengetahui pihak yang bekerja di lapangan, publik wajar bertanya bagaimana koordinasi, pemantauan dan pengendalian pekerjaan dilakukan.

    Sorotan kemudian mengarah kepada Plt Kepala DPUPR Kabupaten Sampang, Siti Muatifah. Redaksi telah meminta penjelasan mengenai kerusakan pekerjaan, mekanisme pengawasan dan pihak yang bertanggung jawab di lapangan.

    Namun hingga berita ini diterbitkan, Siti Muatifah belum memberikan tanggapan. Diamnya pimpinan dinas membuat pertanyaan yang semestinya sederhana justru semakin panjang.

    Pemerhati keterbukaan informasi publik, Syahrial, menilai pemerintah tidak seharusnya menutup diri ketika pekerjaan yang menggunakan uang rakyat dipertanyakan. Menurutnya, jika pekerjaan sesuai kontrak, persoalan tersebut semestinya dapat dijelaskan secara terbuka.

    “Kalau pekerjaan memang sesuai spesifikasi dan kerusakan masih menjadi tanggung jawab penyedia sebelum serah terima, sampaikan kepada publik. Jangan biarkan masyarakat menebak-nebak,” ujarnya.

    Ahli konstruksi Ali Syahbana, ST, mengatakan kerusakan pada konstruksi yang relatif baru harus diperiksa secara teknis. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat retakan di permukaan, tetapi juga perlu mencakup material, lapisan dasar, pemadatan, metode pelaksanaan dan pengendalian mutu.

    “Kalau belum diserahterimakan tetapi sudah rusak, harus dicari penyebabnya. Jika ditemukan ketidaksesuaian, penyedia harus bertanggung jawab melakukan perbaikan sesuai ketentuan kontrak,” katanya.

    Kini persoalannya bukan sekadar beton yang retak. Publik menunggu jawaban: siapa pelaksananya, siapa pengawasnya, dan bagaimana proyek tersebut bisa sampai mengalami kerusakan sebelum serah terima?

    Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Sampang Siti Muatifah belum memberikan klarifikasi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi DPUPR Sampang maupun pihak penyedia pekerjaan.

  • Proyek Drainase Rp149,3 Juta Disorot, U-Ditch Tanpa Merek hingga Galian Diduga Minim

    Proyek Drainase Rp149,3 Juta Disorot, U-Ditch Tanpa Merek hingga Galian Diduga Minim

    SAMPANG(a-satu.net/) – Proyek pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung ke sungai di Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mulai menuai sorotan. Proyek yang dikerjakan CV Gunung Sekar Mandiri dengan nilai kontrak Rp149,31 juta itu diduga menyisakan sejumlah persoalan teknis di lapangan.

    Pantauan di lokasi menemukan beberapa hal yang patut diklarifikasi, di antaranya U-Ditch yang tidak tampak memiliki merek atau identitas produk, lapisan pasir yang terlihat hanya pada sebagian titik, serta dugaan minimnya pekerjaan galian karena saluran baru diduga memanfaatkan bekas saluran yang telah ada.

    Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

    Pemerhati Ketua Umum LP3D Sampang, Moh. Masur menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terlebih proyek menggunakan anggaran pemerintah.

    “Kalau di lapangan ditemukan U-Ditch yang tidak jelas identitas atau spesifikasinya, lapisan pasir tidak merata, kemudian galian diduga minim karena memanfaatkan saluran lama, ini harus dibuka secara terang. Jangan sampai pekerjaan hanya mengejar terlihat selesai, sementara aspek teknisnya diabaikan,” tegas Mansur, Sabtu (22/8/2026).

    Menurutnya, pengawasan seharusnya dilakukan sejak awal pekerjaan, bukan baru bergerak setelah muncul sorotan masyarakat.

    “Pengawasan itu bukan sekadar melihat U-Ditch sudah terpasang. Harus dicek mulai dari kedalaman galian, kondisi dasar saluran, ketebalan lapisan pasir, mutu dan spesifikasi material, sampai metode pemasangannya. Kalau pengawasan lemah, yang menjadi taruhan bukan hanya kualitas proyek, tetapi juga uang rakyat,” ujarnya.

    Mansur juga meminta PPTK dan pengawas pekerjaan turun langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap volume dan spesifikasi pekerjaan.

    “Kalau memang ini proyek baru, harus bisa dijelaskan berapa kedalaman galian yang direncanakan dan berapa yang direalisasikan. Kalau disebut memanfaatkan saluran lama, dasar hukumnya dan perhitungan volumenya juga harus jelas. Jangan sampai kondisi eksisting dijadikan alasan untuk mengurangi pekerjaan yang seharusnya dibayar sesuai kontrak,” katanya.

    Ia menegaskan, transparansi menjadi penting agar tidak muncul dugaan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan standar yang lebih rendah dari dokumen kontrak.

    Minimalisir celah korupsi dan kolusi dengan sistem pembayaran sesuai capaian hasil akhir atau progres pekerjaan agar bisa membuat efek jera penyedia jasa nakal dan menyelamatkan uang negara.

    “Publik tidak meminta proyek ini dihentikan atau dicari-cari kesalahannya. Publik hanya meminta satu hal: pastikan pekerjaan yang dibayar dengan uang negara benar-benar sesuai kontrak dan spesifikasi. Kalau semuanya sudah sesuai, tentu tidak ada alasan untuk takut diperiksa,” pungkasnya.

    Proyek tersebut tercantum pada papan informasi kegiatan dengan nomor 06.2.01.00142C/1/SPK/434.207/II/2026, tanggal kegiatan 20 Juli 2026, berlokasi di Jl. Karang Dalam II, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Sampang, dengan sumber dana APBD Kabupaten Sampang Tahun 2026.

    Sejumlah temuan tersebut belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai pelanggaran. Klarifikasi dari CV Gunung Sekar Mandiri, PPK, dan pihak pengawas tetap diperlukan, khususnya mengenai spesifikasi U-Ditch, lapisan pasir, kedalaman galian, serta metode pekerjaan pada saluran yang diduga merupakan saluran lama.

    Sebab, ukuran keberhasilan proyek bukan sekadar apakah saluran terlihat baru. Yang jauh lebih penting adalah apakah konstruksi tersebut benar-benar dibangun sesuai spesifikasi dan mampu menjalankan fungsi drainase sebagaimana mestinya.

  • Hari Juang Polri 2026, Wakapolres Pamekasan Pimpin Upacara dan Ajak Polri Terus Berbenah

    Hari Juang Polri 2026, Wakapolres Pamekasan Pimpin Upacara dan Ajak Polri Terus Berbenah

    PAMEKASAN – Polres Pamekasan menggelar upacara peringatan Hari Juang Polri tahun 2026, di Lapangan Mapolres Pamekasan, Jl. Nyalaran Kab. Pamekasan, Jum’at (21/8/2026).

    Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakapolres Pamekasan Kompol Hendry Soelistiawan, dan dihadiri oleh para PJU Polres, Pama, Bintara dan ASN Polri Polres Pamekasan.

    Upacara diawali dengan menyanyikan Mars Polri, dilanjutkan dengan mengheningkan Cipta, pembacaan sejarah singkat hari Polri, pembacaan teks Proklamasi Polisi, menyanyikan Hymne Polri dan Andika Bhayangkari.

    Hari Juang Polri tahun 2026 mengusung tema “Dengan Semangat Juang Polri untuk Indonesia Maju dan Masyarakat Aman”.

    Wakapolres Pamekasan Kompol Hendry Soelistiawan mengatakan bahwa Polri memiliki catatan penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

    “Tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, Polri juga menjadi bagian dari garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan pada masa-masa awal republik. Atas dasar itu, sejak 2024 Polri menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri”, jelasnya.

    “Peringatan Hari Juang Polri ini bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan Polri, tetapi juga menjadi introspeksi diri bagi Polri untuk terus berbenah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.

    Peringatan Hari Juang Polri juga menjadi refleksi bagi Polri untuk terus melanjutkan perjuangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengabdi sepenuh hati kepada bangsa dan negara,” terang Wakapolres Pamekasan.

  • APMP Jatim Naikkan Tekanan: Rp596 Miliar Dipersoalkan, Kejaksaan Didesak Buka Terang

    APMP Jatim Naikkan Tekanan: Rp596 Miliar Dipersoalkan, Kejaksaan Didesak Buka Terang

    JAWA TIMUR(a-satu.net/)- Polemik yang dikaitkan dengan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI bernilai sekitar Rp596 miliar kembali memanas. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP JATIM) memastikan tidak akan berhenti pada laporan dan aksi awal. Mereka menyiapkan rangkaian aksi berjenjang dari Surabaya hingga Jakarta untuk mendesak aparat penegak hukum membuka terang substansi laporan yang telah mereka sampaikan.

    Tekanan tersebut bukan sekadar soal berapa besar angka yang dipersoalkan. APMP JATIM justru mempertanyakan bagaimana mekanisme pengelolaan kredit, pencatatan keuangan, pengelolaan agunan, hingga penerapan prinsip kehati-hatian perbankan dapat berjalan sebagaimana mestinya jika sejumlah persoalan dalam dokumen yang mereka pegang benar-benar terbukti.

    Direktur APMP JATIM sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap), Acek Kusuma, mengatakan pihaknya telah menyerahkan berkas tambahan bukti I hingga XI dan akan terus mengawal laporan tersebut agar tidak berhenti sebagai tumpukan dokumen di meja penegak hukum.

    Menurut Acek, publik berhak mengetahui sejauh mana laporan tersebut ditindaklanjuti dan siapa yang harus bertanggung jawab apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan pelanggaran hukum.

    Pada Aksi dan Mimbar Orasi Jilid II, APMP JATIM menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke ruang publik dengan menyoroti dugaan persoalan dalam pengelolaan kredit dan pencatatan keuangan.

    Acek bahkan menggunakan istilah keras untuk menggambarkan dugaan yang menurut pihaknya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan aparat penegak hukum.

    “Di Jilid II, kita akan bedah habis ke publik bagaimana modus operandi Bank Jatim dalam menggarong uang rakyat sebesar Rp596 miliar. Mulai dari rekayasa pencatatan CKPN demi laba semu, praktik window dressing kredit sindikasi, hingga hilangnya fisik sertifikat agunan. Publik harus tahu bahwa ini bukan sekadar kredit macet biasa, tapi kejahatan perbankan terencana,” tegas Acek.

    Pernyataan tersebut merupakan tudingan APMP JATIM, bukan kesimpulan hukum. Ada atau tidaknya rekayasa pencatatan, praktik window dressing, hilangnya dokumen agunan, maupun unsur tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui audit, penyelidikan, penyidikan, dan alat bukti yang sah.

    Namun justru di titik itulah APMP JATIM mempertanyakan keberanian aparat: jika persoalan tersebut memang tidak mengandung pelanggaran, mengapa tidak dibuka dan dijelaskan secara terang kepada publik?

    Tekanan dipastikan meningkat pada Aksi Jilid III. APMP JATIM menyatakan tidak hanya membawa isu kelembagaan, tetapi juga akan menyampaikan data mengenai pihak-pihak yang menurut mereka memiliki keterkaitan dengan persoalan kredit yang dipersoalkan.

    Acek mengklaim pihaknya mengantongi informasi mengenai sejumlah kantor cabang Bank Jatim di berbagai daerah.

    “Aksi Jilid III akan jadi panggung pembongkaran. Kita bakal spill siapa saja kreditur nakal, korporat jahat, hingga ‘orang dalam’ yang bermain. Kami memegang data keterlibatan belasan kantor cabang Bank Jatim di berbagai daerah yang ikut meloloskan kredit cacat hukum dan pengabaian aturan kehati-hatian (prudential banking). Tidak ada yang kita tutupi!” ujar Acek.

    Klaim tersebut tentu membutuhkan pembuktian. Penyebutan pihak atau institusi yang nantinya muncul dalam aksi juga harus didasarkan pada data yang dapat diverifikasi, bukan semata tudingan politik jalanan.

    Karena itu, jika APMP JATIM benar-benar membuka data, pertanyaan berikutnya akan jauh lebih penting: apakah data tersebut cukup kuat untuk menggerakkan aparat penegak hukum dari sekadar menerima laporan menjadi melakukan pemeriksaan substantif?

    Tidak berhenti di Jawa Timur, APMP JATIM juga merencanakan aksi di Jakarta dengan mendatangi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Agung RI.

    Langkah tersebut disebut sebagai upaya membawa persoalan ke tingkat yang lebih tinggi sekaligus memastikan laporan yang mereka sampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak kehilangan substansi di tengah proses penanganan.

    Acek juga menyinggung informasi mengenai kemungkinan penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menurut dia dikaitkan dengan salah satu pejabat penting Bank Jatim Pusat.

    “Kami datang ke Jakarta untuk mempertegas: perkara Rp596 miliar berbasis LHP BPK yang kami laporkan di Kejati Jatim adalah entitas kejahatan yang berbeda! Jangan sampai ada upaya pengalihan isu atau penumpangan kasus untuk mengaburkan persoalan yang kami tuduhkan kepada jajaran Direksi di Jawa Timur,” pungkasnya.

    Klaim mengenai Sprindik tersebut masih berupa informasi yang disampaikan Acek dan memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang. Demikian pula tudingan mengenai adanya upaya pengalihan isu tidak dapat diposisikan sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan keterangan resmi.

    Rangkaian aksi APMP JATIM pada akhirnya menempatkan aparat penegak hukum pada satu pertanyaan yang sulit dihindari: sejauh mana laporan berbasis dokumen dan LHP BPK tersebut telah ditelaah secara substantif?

    Sebab jika persoalan Rp596 miliar tersebut ternyata hanya persoalan administratif atau bisnis yang dapat dijelaskan secara rasional, penjelasan terbuka justru dapat mengakhiri spekulasi.

    Sebaliknya, apabila pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran hukum, maka publik tentu menunggu langkah berikutnya: siapa yang bertanggung jawab, bagaimana prosesnya, dan mengapa persoalan tersebut bisa terjadi.

    APMP JATIM menyatakan akan terus mengawal perkara tersebut melalui rangkaian aksi di Surabaya hingga Jakarta.

    Sementara itu, seluruh tudingan yang disampaikan APMP JATIM masih merupakan klaim dan tuntutan pihak pelapor. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana, kerugian negara, pelanggaran prinsip perbankan, maupun pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya berada pada kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

    Yang kini ditunggu publik bukan sekadar siapa paling keras berteriak di jalanan, melainkan siapa yang berani membuka dokumen, menguji fakta, dan menjawab pertanyaan besar di balik angka Rp596 miliar tersebut.

  • Hanya Dalam Hitungan Hari, Proyek Jalan Rajawali Baru Sudah Retak.

    Hanya Dalam Hitungan Hari, Proyek Jalan Rajawali Baru Sudah Retak.

    SAMPANG – Keinginan mulia Pemerintah Kabupaten Sampang dalam hal peningkatan kualitas jalan tercoreng.

    Program Kegiatan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lingkungan Rajawali Baru, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Sampang, dengan nilai Rp. Rp. 249.322.000, sumber dana dari APBD Sampang, yang dikerjakan oleh CV. Padu Jaya sebagai penyedia jasa mengalami keretakan.

    Padahal, masyarakat sekitar belum bisa menikmati dan memanfaatkan hasil pekerjaan tersebut. Mengingat, kondisi jalan dalam tahap pengeringan.

    Akses jalan hanya bisa dilalui pengendara roda 2 saja, sementara untuk kendaraan roda 4 belum bisa melintas dan dialihkan ke jalur yang lain.

    Pekerjaan ini, meliputi rabat beton ready mix dan drainase dengan menggunakan bahan pabrikasi berupa letter U atau U-Dith pabrikan . Dengan harapan, adanya peningkatan kualitas mutu pekerjaan dengan metode yang benar.

    Namun fakta di lapangan berkata lain, ditemukan beberapa sisi pelanggaran terkait bahan material yang digunakan dan metode pekerjaan yang salah.

    Menanggapi hal ini, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kegiatan ini, Dodi, sebagai satuan kerja pelaksana dan pengendalian program dan kegiatan anggaran menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan perbaikan jalan rabat beton yang mengalami keretakan.

    “Terkait rabat beton yang retak, kami sudah turun ke lapangan, yang retak sudah dibenahi. Kemungkinan, itu terjadi karena cuaca ekstrem,” terang Dodi, Jumat (21/8/2026).

    Pemerhati Konstruksi Sampang Wirno menilai, persoalan utama dalam konteks ini adalah bukan hanya terletak dalam sisi perbaikannya saja, tapi harus juga dilihat faktor penyebab keretakan.

    “Apakah karena faktor bahan materialnya, ataukah dari sisi metode pekerjaannya, termasuk struktur pondasinya. Sudah benar apa tidak? bukan sekedar tambal sulam lantas permasalahan selesai,” ujarnya.

    Menurutnya, yang harus diperbaiki adalah struktur pondasinya. Pemakaian material Pasir dan Batu (Sirtu) lokal menjadi penyebab keretakan. Sebab, tidak akan mampu menahan beban beton diatasnya.

    “Dasar pondasi jalan beton itu harusnya pasir koral Jawa. Kekuatannya lebih terjamin. Bukan malah pakai sirtu,” dongkol Wirno.

    Proyek ini, lanjut Wirno, sebagai cermin lemahnya pengawasan yang tidak berjalan secara optimal.

    Pembiaran pemakaian bahan material dan kesalahan metode pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang termaktub dalam dokumen kontrak adalah faktor utama kegagalan dalam konstruksi.

    “Segera lakukan pemeriksaan lapis pondasi pada jalan tersebut, baik itu mutu materialnya, spesikasi teknis, dan kesesuaian pekerjaannya. Pembangunan jalan itu menggunakan uang rakyat. Jadi, harus ada bentuk tanggungjawab dalam pengelolaannya, ” pintanya.

  • Hadiri Tasyakuran Griya Bhayangkara, Plt Lurah Gunung Sekar Dukung Pembentukan RT 007

    Hadiri Tasyakuran Griya Bhayangkara, Plt Lurah Gunung Sekar Dukung Pembentukan RT 007

    SAMPANG – Warga Perum Griya Bhayangkara, Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang menggelar acara Malam Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Rabu (19/8/2026) malam.

    Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan di area perumahan setempat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Lurah Gunung Sekar Bagus Hadi Kusno, S.Sos., M.AP., Ketua RW 008, Ketua RT 006, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Sekar Brigpol Great Firli Sudirman dan Ketua Perum Griya Bhayangkara Rizkiyanto.

    Dalam sambutannya, Ketua Perum Griya Bhayangkara Rizkiyanto, memaparkan kilas balik sejarah berdirinya perumahan yang dirintis sejak September 2019 tersebut. Awalnya, hunian ini dibangun khusus untuk anggota Polri Polres Sampang. Namun seiring waktu, tempat ini berkembang menjadi lingkungan heterogen yang juga dihuni oleh masyarakat umum. saat ini terdapat 50 bangunan yang dihuni oleh 43 Kepala Keluarga (KK), baik penghuni tetap maupun sementara.

    Rizkiyanto mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum kemerdekaan dan Maulid Nabi ini sebagai wadah memperkuat gotong royong dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bertetangga tanpa memandang status sosial.

    Plt. Lurah Gunung Sekar Bagus Hadi Kusno, S.Sos., M.AP. menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan warga yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan agustusan, mulai dari Khotmil Qur’an hingga berbagai lomba tradisional seperti lomba makan kerupuk, sendok kelereng, dan memasukkan paku ke dalam botol.

    Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan RT baru (RT 007) di Perum Griya Bhayangkara demi melengkapi total administrasi menjadi 50 RT di wilayah Kelurahan Gunung Sekar.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pembacaan doa bersama, ramah tamah antarpenguni, dan ditutup dengan suasana penuh kehangatan

  • Semangat Gotong Royong, Warga RT 003 Blandongan Pekalongan Rekonstruksi Balai Sinoman

    Semangat Gotong Royong, Warga RT 003 Blandongan Pekalongan Rekonstruksi Balai Sinoman

    PEKALONGAN – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga RT 003/RW 002, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Warga bersama-sama melaksanakan kerja bakti untuk merekonstruksi Balai Sinoman yang selama ini digunakan sebagai fasilitas kegiatan masyarakat setempat.

    Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga pekerjaan selesai. Sejumlah warga RT setempat turut ambil bagian dalam proses rekonstruksi, mulai dari pekerjaan fisik hingga membantu kebutuhan pembangunan.

    Ketua RT 003, Firdy, turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut bersama warga. Proses pembangunan juga mendapat pengawasan dari Mujab selaku pengawas kegiatan pembangunan Balai Sinoman.

    Menurut Firdy, rekonstruksi Balai Sinoman dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah cukup lama dan beberapa bagian, termasuk pintu, sudah tidak layak digunakan.

    “Alhamdulillah, proses rekonstruksi Balai Sinoman berjalan lancar dan mendapat antusiasme dari warga RT setempat,” ujar Firdy.

    Ia menjelaskan, biaya rekonstruksi bersumber dari iuran warga RT setempat serta kas Balai Sinoman. Dengan dukungan tersebut, warga berharap fasilitas tersebut dapat kembali berdiri dengan kondisi yang lebih baik, bersih, rapi, dan nyaman digunakan.

    Rekonstruksi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kerapian lingkungan di kawasan RT 003 Blandongan. Balai Sinoman nantinya dapat kembali dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan bersama.

    Antusiasme warga terlihat selama proses kerja bakti berlangsung. Warga secara kompak dan sukarela bergotong royong menyelesaikan pekerjaan secara bertahap hingga seluruh proses pembangunan selesai.

    Kekompakan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian warga terhadap fasilitas lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

    Balai Sinoman sendiri memiliki peran penting sebagai fasilitas yang dapat digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan dan kegiatan masyarakat setempat.

    Melalui semangat gotong royong, warga RT 003/RW 002 Blandongan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi lingkungan lainnya dalam menjaga fasilitas umum, mempererat kerukunan, serta membangun lingkungan yang bersih dan nyaman bagi seluruh warga.

  • Kental Nuansa Religi, Ratusan Jemaah Padati Rutinan Sholawat Maulid Nabi di Krampon Sampang

    Kental Nuansa Religi, Ratusan Jemaah Padati Rutinan Sholawat Maulid Nabi di Krampon Sampang

    SAMPANG – Ratusan Jemaah memadati dikediamannya Bapak Subaidi, bertempat di Dusun Krampon Temor, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Bersholawat tersebut dihadiri Ulama dari Pranjjen Camplong, Ulama dari Krampon Torjun, Sampang, Madura, diantaranya:
    * KH. Mudher
    * KH. Mubarok
    * KH. Wefwak
    * KH. Iwel
    * KH. Damanhuri
    * KH. Rohhes
    * KH. Muhtar
    * Ra Mundir

    Nama-nama yang dimaksud undangan tua rumah untuk menghadiri kegiatan bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dilaksanakan oleh keluarga besar Bapak Subaidi.

    Kegiatan tersebut diikuti Jemaah dari berbagai Desa, termasuk Kiai dari Prajan dan Muslimat.

    Pantauan di lokasi, pemuda, orang tua, hingga anak-anak berdatangan untuk mengikuti rangkaian sholawat.

    Sejak awal kegiatan, dikediaman Bapak Subaidi terlihat dipadati Jemaah dan undangan dari berbagai penjuru.

    Jemaah mengikuti lantunan sholawat dengan penuh semangat dan khidmat, diiringi musik hadrah grup Kampung Sedde’an pimpinan Bapak Subai.

    Antusiasme Jemaah terlihat ketika sebagian Jemaah rela berdiri karena keterbatasan tempat duduk.

    “Rame banget, rutinan kali ini full hingga tidak kebagian tempat duduk,” ujar Fauzan salah satu Jemaah.

    Hal senada disampaikan pemuda dari Gresik, H. Holil dan Sodik, yang hadir untuk mengikuti kegiatan bersholawat tersebut.

    Menurut H. Holil dan Sodik, kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    “Sangat meriah, warga sangat kompak dari berbagai penjuru. Adem melihatnya, masyarakat penuh antusias dan khidmat,” katanya.

    Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat yang mengikutinya.

    “Dengan harapan semoga mendapatkan syafaat-Nya,” pungkasnya.