Kategori: Nasional

  • Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    PAMEKASAN ( a-satu.net/ ) Satuan Binmas Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menggelar kegiatan sosialisasi "Program Paham Artificial Intelligence (AI)" bagi para siswa-siswi di SMKN 3 Pamekasan, Jalan Kabupaten No. 103, Selasa (18/8/2026) pagi.

    ​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Pamekasan AKP Nanang HP, S.H. beserta tim yang terdiri dari enam personel. Turut hadir dalam acara ini Kepala Sekolah SMKN 3 Pamekasan, para guru pendamping, serta sekitar 100 pelajar yang mengikuti materi dengan penuh antusias.

    Kapolres Pamekasan melalui ​Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah proaktif Kepolisian dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kesadaran teknologi di kalangan generasi muda.

    ​"Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI saat ini berjalan sangat pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, etis, dan produktif," ujar IPDA Yoni.

    ​Ia menambahkan bahwa selain dorongan untuk terus berinovasi, edukasi mengenai keamanan digital dan etika penggunaan teknologi juga penting diberikan untuk membentengi pelajar dari ancaman kejahatan siber, penyebaran disinformasi, serta penyalahgunaan data pribadi.

    ​"Kami berharap para siswa-siswi SMKN 3 Pamekasan tidak hanya menjadi pengikut arus teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," pungkasnya.

    ​Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung aman, lancar, dan mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah maupun para peserta.

  • Upacara HUT ke-81 RI di Gresik Khidmat, Kapolres Dorong Generasi Muda Teladani Semangat Pahlawan

    Upacara HUT ke-81 RI di Gresik Khidmat, Kapolres Dorong Generasi Muda Teladani Semangat Pahlawan

    GRESIK ( Ketik Data ) Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme mewarnai pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Senin (17/8/2026) pagi.

    Upacara tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik bersama unsur pemerintahan, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani selaku Inspektur upacara, Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, serta Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha.

    Turut hadir jajaran Sekretaris Daerah, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BNN, Kepala Kemenag, Ketua MUI, pimpinan OPD Pemkab Gresik, serta para tamu undangan.

    Pasukan upacara terdiri dari peleton gabungan Kodim 0817/Gresik, Sat Samapta Polres Gresik, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Korpri, Senkom, perwakilan siswa SMA/SMK, hingga anggota Pramuka.

    Seluruh peserta tampak berdiri tegap dan mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh disiplin. Rangkaian kegiatan diawali dengan masuknya Komandan Upacara, laporan Perwira Upacara, hingga pelaksanaan Detik-Detik Proklamasi.

    Suasana semakin khidmat ketika teks Proklamasi dibacakan dan Paskibraka Kabupaten Gresik melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Usai pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan persembahan aubade dan lagu Andhika Bhayangkari. Momentum tersebut semakin meneguhkan semangat persatuan serta kecintaan terhadap Tanah Air.

    Setelah upacara selesai, dilakukan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada para veteran pembela kemerdekaan Indonesia. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah siswa-siswi berprestasi di Kabupaten Gresik sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kontribusi generasi muda.

    Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian tradisional yang dibawakan para pelajar Kabupaten Gresik.

    Pertunjukan tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus gambaran semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

    Selanjutnya, Bupati Gresik bersama jajaran Forkopimda bertolak menuju Ruang Putri Cempo Lantai 1 Pemkab Gresik untuk mengikuti dan menyaksikan siaran langsung Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dari Istana Merdeka, Jakarta.

    Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga berlangsung di Mapolres Gresik. Upacara dipimpin Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra dan diikuti para Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polres Gresik.

    Selain mengikuti upacara, jajaran Polres Gresik bersama masyarakat juga melaksanakan kegiatan mengheningkan cipta dan berdiri tegap saat lagu Indonesia Raya berkumandang secara serentak.

    Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan Perempatan Kebomas dan berbagai simpul jalan lainnya di Kabupaten Gresik. Masyarakat dan pengguna jalan turut menghentikan aktivitas sejenak sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat sekaligus meneladani perjuangan para pahlawan.

    “Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita gelorakan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda harus menjadikan pengorbanan para pahlawan sebagai teladan untuk terus berkarya, menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah,” ujar Kapolres.

    Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pahlawan harus diisi dengan berbagai kegiatan positif. Masyarakat juga diharapkan terus menjaga keamanan, persatuan dan kerukunan.

    “Dengan semangat kemerdekaan, mari bersama-sama menjaga persatuan dan terus berkontribusi dalam membangun Kabupaten Gresik serta Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.

  • Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

    Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

    The World Cup is one of the biggest sporting events in the world, bringing together teams from all over the globe to compete for the prestigious title of World Cup champion. Held every four years, the World Cup is the pinnacle of international soccer and is watched by millions of fans around the world.

    The first World Cup was held in 1930, and since then, it has grown into a massive event, with 32 teams competing in the tournament. The World Cup is organized by FIFA (Fédération Internationale de Football Association), the governing body of international soccer, and is hosted by a different country each time.

    The World Cup is not only a celebration of soccer, but also of culture and national pride. Each participating country has its own unique traditions and customs, which are often showcased during the tournament. Fans from all over the world come together to support their teams, creating a vibrant and exciting atmosphere that is unlike anything else.

    The World Cup is not just about the competition on the field, but also about the impact it has off the field. Hosting the World Cup can have a significant economic impact, bringing in tourists and generating revenue for local businesses. The tournament also provides an opportunity for countries to showcase their culture and promote tourism.

    Winning the World Cup is the ultimate goal for every soccer team and is considered one of the greatest achievements in sports. The tournament has produced some of the most memorable moments in soccer history, from Diego Maradona’s “Hand of God” goal in 1986 to Zinedine Zidane’s headbutt in 2006.

    The World Cup is more than just a soccer tournament; it is a celebration of sport, culture, and national pride. It brings together people from all over the world and provides an opportunity for countries to showcase their traditions and customs. The World Cup is an event that captivates the world and creates memories that last a lifetime.

  • Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

    Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

    Bandung, the capital of West Java province in Indonesia, is known for its lush greenery, scenic mountains, and natural wonders. The city is surrounded by several active volcanoes, such as Tangkuban Perahu and Kawah Putih, which offer breathtaking views and hiking opportunities for adventure seekers.

    One of the most popular natural attractions in Bandung is Tangkuban Perahu, which is located about 30 kilometers north of the city. This active volcano is known for its distinctive shape, which resembles an overturned boat. Visitors can take a leisurely stroll around the crater rim and enjoy panoramic views of the surrounding mountains and forests.

    Another must-visit destination in Bandung is Kawah Putih, a volcanic crater lake located about 50 kilometers south of the city. The lake’s turquoise waters and white sandy beaches make it a popular spot for photography and relaxation.

    Bandung is also home to several stunning waterfalls, such as Curug Dago and Ciwidey Valley. These natural wonders offer a refreshing escape from the city’s hustle and bustle, and are great places for swimming, picnicking, and exploring.

    Apart from these natural wonders, Bandung also has several nature reserves and national parks, such as Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda and Gunung Halimun Salak National Park. These protected areas are home to a wide range of flora and fauna, including endangered species such as the Javan gibbon and the Javan leopard.

    In conclusion, Bandung’s natural wonders offer a unique and unforgettable experience for visitors. Whether you’re seeking adventure, relaxation, or simply a connection with nature, Bandung has something to offer for everyone. So, pack your bags and head to Bandung for an unforgettable journey into the heart of West Java’s natural beauty.

  • The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

    The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

    Jakarta, the capital of Indonesia, has a rich history that spans over 400 years. The city was originally founded by the Dutch in the 17th century as a trading post, and was known as Batavia. Since then, Jakarta has undergone significant transformations, and has emerged as a modern metropolis with a vibrant and diverse culture.

    During the Dutch colonial period, Jakarta was a major trading hub for spices and other commodities, and was known for its distinctive architecture and city planning. Many of the city’s historic buildings, such as the Old City Hall and the Dutch East Indies Company building, still stand as a testament to the city’s colonial past.

    After Indonesia gained independence in 1945, Jakarta continued to grow and develop as the country’s political, economic, and cultural center. The city underwent rapid urbanization, and the construction of modern infrastructure such as highways, skyscrapers, and shopping malls transformed the city’s skyline and economy.

    However, Jakarta’s rapid growth has also brought about a number of challenges, including traffic congestion, environmental degradation, and social inequality. The city’s government and civil society groups are working to address these issues, and to create a more livable and sustainable city for its residents.

    Despite these challenges, Jakarta remains a dynamic and fascinating city, with a rich history and diverse culture. Its museums, galleries, and cultural festivals showcase the city’s artistic and cultural heritage, while its vibrant street food scene and nightlife offer a taste of the city’s culinary and social delights.

    In conclusion, Jakarta’s evolution from a colonial trading post to a modern metropolis has been shaped by a complex mix of historical, cultural, and economic factors. While the city faces many challenges, it also offers opportunities for growth and innovation, and remains a vital center of commerce, culture, and politics in Southeast Asia.