Blog

  • Kurang dari 24 Jam, Polsek Lenteng Sumenep Bekuk Pelaku Curanmor

    Kurang dari 24 Jam, Polsek Lenteng Sumenep Bekuk Pelaku Curanmor

    SUMENEP – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lenteng, Polresta Sumenep, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukumnya. Seorang pelaku berinisial AHA (29) berhasil diamankan beserta barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Lenteng Iptu Widianto, S.H. menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan pencurian satu unit sepeda motor inventaris PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar yang dikuasakan kepada korban Moh. Ilyas. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, di Dusun Jepun Timur, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

    Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Lenteng segera melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa terduga pelaku berada di kediamannya di Desa Lenteng Timur.

    Tim kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan. Saat dilakukan pemeriksaan awal, tersangka mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor milik korban sebagaimana yang dilaporkan.

    Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Saat ini penyidik Polsek Lenteng masih melaksanakan proses penyidikan lanjutan, meliputi pemeriksaan tersangka, penyitaan barang bukti, melengkapi administrasi penyidikan, serta pengembangan perkara apabila ditemukan fakta hukum lainnya.

    Kapolsek Lenteng menegaskan bahwa Polresta Sumenep berkomitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan merespons cepat setiap laporan tindak pidana serta menindak tegas setiap pelaku kejahatan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

  • Kental Nuansa Religi, Ratusan Jemaah Padati Rutinan Sholawat Maulid Nabi di Krampon Sampang

    Kental Nuansa Religi, Ratusan Jemaah Padati Rutinan Sholawat Maulid Nabi di Krampon Sampang

    SAMPANG – Ratusan Jemaah memadati dikediamannya Bapak Subaidi, bertempat di Dusun Krampon Temor, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Bersholawat tersebut dihadiri Ulama dari Pranjjen Camplong, Ulama dari Krampon Torjun, Sampang, Madura, diantaranya:
    * KH. Mudher
    * KH. Mubarok
    * KH. Wefwak
    * KH. Iwel
    * KH. Damanhuri
    * KH. Rohhes
    * KH. Muhtar
    * Ra Mundir

    Nama-nama yang dimaksud undangan tua rumah untuk menghadiri kegiatan bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dilaksanakan oleh keluarga besar Bapak Subaidi.

    Kegiatan tersebut diikuti Jemaah dari berbagai Desa, termasuk Kiai dari Prajan dan Muslimat.

    Pantauan di lokasi, pemuda, orang tua, hingga anak-anak berdatangan untuk mengikuti rangkaian sholawat.

    Sejak awal kegiatan, dikediaman Bapak Subaidi terlihat dipadati Jemaah dan undangan dari berbagai penjuru.

    Jemaah mengikuti lantunan sholawat dengan penuh semangat dan khidmat, diiringi musik hadrah grup Kampung Sedde’an pimpinan Bapak Subai.

    Antusiasme Jemaah terlihat ketika sebagian Jemaah rela berdiri karena keterbatasan tempat duduk.

    “Rame banget, rutinan kali ini full hingga tidak kebagian tempat duduk,” ujar Fauzan salah satu Jemaah.

    Hal senada disampaikan pemuda dari Gresik, H. Holil dan Sodik, yang hadir untuk mengikuti kegiatan bersholawat tersebut.

    Menurut H. Holil dan Sodik, kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    “Sangat meriah, warga sangat kompak dari berbagai penjuru. Adem melihatnya, masyarakat penuh antusias dan khidmat,” katanya.

    Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat yang mengikutinya.

    “Dengan harapan semoga mendapatkan syafaat-Nya,” pungkasnya.

  • Pemancing Tenggelam di Tambak Menganti Gresik, Diduga Terseret Pancing yang Disambar Ikan

    Pemancing Tenggelam di Tambak Menganti Gresik, Diduga Terseret Pancing yang Disambar Ikan

    GRESIK – Seorang pria bernama Suwandi (45), warga Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dilaporkan tenggelam saat memancing di sebuah tambak di Dusun Putatlor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Kamis (20/8/2026).

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di tambak milik H. Nur Qomari. Hingga Kamis sore, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

    Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., bersama sejumlah personel mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang tenggelam.

    Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban bersama rekannya, Hendro Wijarko (46), sedang memancing di tambak sekitar pukul 10.00 WIB.

    Sekitar pukul 12.00 WIB, korban dan saksi hendak melaksanakan salat Zuhur. Namun, saat itu korban melihat pancing miliknya disambar ikan. Setik pancing kemudian terseret ke arah tengah tambak.

    Korban diduga spontan melompat ke dalam tambak untuk mengejar setik pancing tersebut.

    “Saat saksi sedang melaksanakan salat Zuhur, terdengar suara korban meminta pertolongan. Saksi kemudian berusaha menolong, tetapi korban sudah tenggelam,” demikian keterangan dalam laporan Polsek Menganti.

    Saksi sempat berusaha menyelam untuk mencari korban, namun tidak berhasil menemukannya. Saksi kemudian naik ke tanggul dan meminta bantuan warga sekitar sekaligus menghubungi pihak kepolisian.

    Petugas Polsek Menganti selanjutnya mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, Polairud serta TNI AL untuk melakukan pencarian.

    Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sekitar lokasi kejadian.

    Tambak tempat korban tenggelam diketahui memiliki ukuran sekitar 70 meter x 150 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 7 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian korban.

    Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi telah melakukan sejumlah tindakan, di antaranya mendatangi dan mengamankan lokasi, melakukan dokumentasi, mengumpulkan data korban, memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan tim pencarian dan penyelamatan.

    Menurut keterangan keluarga, Suwandi diketahui memiliki hobi memancing dan sebelumnya beberapa kali telah diingatkan agar berhati-hati saat melakukan aktivitas tersebut. Keluarga juga menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

    Polisi bersama tim gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran di area tambak untuk menemukan korban.

    Tim

  • Cemburu Kekasih Digoda, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Bunuh Teman Sekamar

    Cemburu Kekasih Digoda, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Bunuh Teman Sekamar

    MALANG KOTA – Cemburu karena kekasihnya digoda menjadi penyebab SK (26), mahasiswa Stikes Kendedes, Kota Malang, membunuh teman sekamarnya, AVG (25), di asrama kampus. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota, Kompol Rahmad Aji, menyebutkan bahwa korban dan pelaku merupakan teman satu kamar di asrama kampus.

    Keduanya juga merupakan mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama, yakni Papua Selatan. Meskipun demikian, api cemburu membuat tersangka gelap mata sehingga tega menghabisi nyawa temannya.

    “Motif penusukan ini lantaran pelaku sakit hati karena korban pernah menggoda wanitanya. Sempat cekcok juga karena kecemburuan,” kata Aji, Rabu (19/8/2026).

    Aji menjelaskan, persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran antara SK dan AVG. Keduanya bahkan sempat terlibat baku hantam. Dalam kondisi emosi, SK mengambil pisau yang berada di kamar asrama. SK lalu menganiaya temannya itu dengan pisau tersebut. “Pisau yang digunakan pelaku yaitu pisau yang biasa digunakan untuk mengupas buah dengan panjang 17 centimeter,” ujar Aji.

    “Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” tuturnya. Usai kejadian, SK tidak langsung ditangkap oleh polisi. Ia sempat melarikan diri dari lokasi. “Pelakunya memang sempat kabur. Kemudian berhasil kita amankan di depan Stikes Kendedes, tepatnya di Perumahan Piranha,” ungkapnya.

    Polresta Malang Kota masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan AVG meninggal dunia. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sekitar lima orang saksi.

    Penyidik juga masih mendalami pertengkaran yang terjadi sebelum penganiayaan, termasuk rangkaian kejadian yang berawal dari persoalan kecemburuan tersebut. SK kini telah ditangkap dan sedang diperiksa di Polresta Malang Kota.

    Atas perbuatannya, SK dijerat Pasal 458 Ayat (1) subsider Pasal 466 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

  • Polresta Sumenep Edukasi 140 Siswa MAN tentang AI, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi

    Polresta Sumenep Edukasi 140 Siswa MAN tentang AI, Dorong Generasi Muda Melek Teknologi

    SUMENEP ( KETIK DATA ) Dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Polresta Sumenep melalui Bag SDM bersama Satbinmas dan Satlantas melaksanakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Paham AI di MAN Sumenep, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Selasa (18/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh 140 siswa MAN Sumenep. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Polresta Sumenep dalam memberikan edukasi kepada pelajar agar mampu memahami perkembangan teknologi AI secara cerdas, bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ps. KBO Satlantas Polresta Sumenep Ipda Nova Apriyanto, S.H., Ps. Kasubnit Bintibsos Satbinmas Polresta Sumenep Bripka Nurmalita, S.H., Kepala Sekolah MAN Sumenep, anggota Bag SDM Polresta Sumenep, anggota Satbinmas Polresta Sumenep, anggota Satlantas Polresta Sumenep, Kasubnit 1 Kamsel, serta para siswa MAN Sumenep.

    Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan kecerdasan buatan serta pentingnya memiliki literasi digital yang baik di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Para pelajar juga didorong untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung kegiatan belajar, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan diri secara positif.

    Polresta Sumenep menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta batasan penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa. Edukasi tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan yang memadai sehingga mampu menghadapi perkembangan era digital dengan lebih siap dan bijaksana.

    Melalui kegiatan Sosialisasi Edukasi Paham AI, Polresta Sumenep terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah dunia pendidikan serta berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan bertanggung jawab dalam menggunakan kecerdasan buatan.

    “Bijak menggunakan teknologi, cerdas memanfaatkan AI, dan tetap berkarakter dalam setiap langkah.”

  • SMKS An Nur Al Muntahy Banyuates Sampang Raih Juara 2 ASTRA 2026

    SMKS An Nur Al Muntahy Banyuates Sampang Raih Juara 2 ASTRA 2026

    SAMPANG ( KETIK DATA ) Prestasi membanggakan ditorehkan SMKS An Nur Al Muntahy, sekolah yang beralamat di Desa Kebun Jeruk, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 2 Program Anugerah Sekolah Terawat (ASTRA) Tahun 2026 kategori sekolah swasta.

    Penghargaan itu diberikan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang dalam rangkaian Gebyar Edukasi dan Budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Kegiatan penghargaan digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang pada 18 Agustus 2026. Capaian SMKS An Nur Al Muntahy menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap sekolah yang dinilai mampu membangun budaya merawat, memanfaatkan, dan mengelola sarana serta prasarana sekolah secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Piagam penghargaan yang diterima SMKS An Nur Al Muntahy mencantumkan sekolah tersebut sebagai Terbaik 2 Program Anugerah Sekolah Terawat (ASTRA) Tahun 2026 kategori sekolah swasta.

    Bagi keluarga besar SMKS An Nur Al Muntahy, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam. Prestasi itu menjadi bentuk apresiasi atas kerja bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta mendukung kegiatan belajar mengajar.

    Kepala SMKS An Nur Al Muntahy, Mohamad Ali Fahmi Eka, S.T., menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang beserta seluruh jajaran atas apresiasi yang diberikan kepada sekolahnya.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kacabdin Sampang yang telah memberikan apresiasi kepada SMKS An Nur Al Muntahy. Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas sekolah,” ujar Mohamad Ali Fahmi Eka, S.T.

    Menurut Fahmi, penghargaan tersebut tidak lahir dari kerja satu pihak. Capaian itu merupakan hasil kebersamaan seluruh warga sekolah yang selama ini berupaya menjaga lingkungan, fasilitas, serta sarana dan prasarana pendidikan agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan Al Muntahy, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag., yang dinilai terus memberikan doa, dukungan, dan support penuh terhadap perkembangan SMKS An Nur Al Muntahy.

    “Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ketua Yayasan Al Muntahy, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag., atas doa dan support penuh kepada sekolah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan staf SMKS An Nur Al Muntahy yang telah bahu-membahu, bekerja bersama dengan penuh tanggung jawab, sehingga kami bisa memperoleh penghargaan ini,” katanya.

    Fahmi berharap penghargaan tersebut tidak membuat seluruh keluarga besar sekolah berpuas diri. Sebaliknya, capaian Juara 2 ASTRA 2026 diharapkan menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas sekolah dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

    “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi sekolah kami agar lebih berprestasi lagi di masa depan. Kami ingin menjadikan penghargaan ini sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, pelayanan pendidikan, serta prestasi siswa dan sekolah,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang mampu menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang terawat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

    Menurut Mas’udi, Program ASTRA tidak hanya menilai bagaimana kondisi fisik lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya merawat dan memanfaatkan sarana prasarana secara bersama-sama. Sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta berkelanjutan.

    Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi SMKS An Nur Al Muntahy dan sekolah lainnya untuk terus berinovasi. Prestasi, kata dia, harus menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

    Bagi SMKS An Nur Al Muntahy di Desa Kebun Jeruk, Kecamatan Banyuates, penghargaan Juara 2 ASTRA 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan sekolah. Prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah swasta di wilayah utara Kabupaten Sampang mampu tampil dan bersaing melalui komitmen, kerja sama, serta budaya menjaga lingkungan pendidikan.

    Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan baru bagi SMKS An Nur Al Muntahy untuk terus melahirkan prestasi berikutnya, bukan hanya dalam aspek lingkungan sekolah, tetapi juga dalam bidang akademik, keterampilan, karakter, dan prestasi peserta didik.

  • Residivis Pengedar Sabu Ditangkap Polres Gresik, Uang Judi Online Jadi Modal

    Residivis Pengedar Sabu Ditangkap Polres Gresik, Uang Judi Online Jadi Modal

    GRESIK, a-satu.net/ – Satnarkoba Polres Gresik mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Panceng. Seorang pria berinisial EP (28), warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik diamankan polisi dengan barang bukti delapan poket sabu seberat total sekitar 1,604 gram.

    Diketahui, hasil penyelidikan mengungkap EP menggunakan uang dari judi online untuk membeli atau kulak sabu yang kemudian diedarkan kembali di wilayah Kecamatan Panceng.

    EP ditangkap Tim Opsnal Satnarkoba Polres Gresik pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Penangkapan dilakukan di rumah tersangka di Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Gresik.

    “Saat ini Polres Gresik melalui Satnarkoba Polres Gresik sedang melaksanakan ops tumpas dari tanggal 12 sampai tanggal 23 Agustus dari Satnarkoba Polres Gresik mengamankan seorang penyalahguna narkoba inisial EP warga Banyutengah, Panceng, dengan barang bukti 8 klip sabhu seberat Netto 1,604 gram, uang sebesar 2.390.000, 1 timbangan elektrik dan 1 buah hp merk iphone. Setelah dilakukan penyelidikan dari bukti hp tersangka terindikasi judi online,” beber Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra.

    Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Panceng. Tim Opsnal Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap EP di rumahnya. Berdasarkan penyelidikan dari Sat Reskrim Polres Gresik, terungkap Tersangka EP mengaku sudah bermain judi online sejak tahun 2024.

    “Tepatnya 3 bulan setelah keluar dari penjara, Dan EP mengaku beberapa kali membeli sabu dari hasil judol dan biasanya melakukan depo kisaran 250-350 ribu di 5 website judol yang berbeda, EP juga pernah beberapa kali menggadaikan motornya dan uang hasil gadai tersebut digunakan untuk depo di situs judol dalam bermain judol tersangka EP menang kisaran 1 – 2 juta, FP mengaku menyisihkan uangnya untuk membeli sabu,” imbuhnya.

    Selanjutnya Polres Gresik melakukan penyelidikan kepada bandar judi online.

    Polres Gresik mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba serta judi online. Masyarakat Kabupaten Gresik dapat langsung menghubungi saluran WhatsApp Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 atau melalui Call Center 110.

  • Hadir di Peringatan Maulid Nabi, Kapolsek Torjun Ingatkan Warga: “Jangan Lupa Sholat Agar Tidak Melarat”

    Hadir di Peringatan Maulid Nabi, Kapolsek Torjun Ingatkan Warga: “Jangan Lupa Sholat Agar Tidak Melarat”

    SAMPANG ( KETIK DATA ) Kapolsek Torjun AKP Iwan Kusdiyanto, mengajak masyarakat memperkuat ibadah dan memperbanyak sholawat saat menghadiri kegiatan Maulud Nabi Muhammad SAW Dikediaman H. Umar, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

    Kegiatan Maulud tersebut digelar Dikediaman H. Umar di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura. Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

    Ratusan undangan berbagai Desa hadir mengikuti kegiatan tersebut. Undangan memadati kediamannya H. Umar.

    Kapolsek Torjun, AKP Iwan Kusdiyanto bersama anggotanya dan juga anggota Koramil Torjun juga turut menghadiri kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut, Polsek hingga Koramil Torjun.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Torjun AKP Iwan Kusdiyanto menekankan pentingnya memperbanyak sholawat, terlebih kegiatan berlangsung pada momentum memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Ia mengingatkan masyarakat agar setiap aktivitas diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT.

    “Apapun yang dilakukan diniatkan untuk ibadah karena Allah SWT,” ungkap AKP Iwan Kusdiyanto.

    Selain memperbanyak sholawat, AKP Iwan Kusdiyanto mengatakan undangan meningkatkan ibadah, khususnya menjaga pelaksanaan Sholat lima waktu.

    Menurutnya, Sholat harus dijaga dan dilaksanakan dengan benar. Ia juga mengingatkan bahwa Sholat tidak cukup hanya dengan niat.

    “Sholat itu tidak cukup niat, itu tidak benar, melainkan harus dilakukan dengan gerakan Sholat,” ujarnya.

    Pesan tersebut disampaikan AKP Iwan Kusdiyanto di tengah suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti ratusan undangan.

    Ialah juga mengingatkan masyarakat mengenai momentum perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang berlangsung pada Agustus 2026.

    AKP Iwan Kusdiyanto menyampaikan bahwa masyarakat dapat memerintahkan hari kemerdekaan, tetapi kegiatan tersebut tidak boleh mengganggu aktivitas ibadah.

    “Boleh merayakan pawai atau kegiatan perayaan HUT RI ke-81 tahun ini, namun jangan sampai mengganggu aktivitas ibadah,” pungkasnya.

    Di akhir pesannya, AKP Iwan Kusdiyanto kembali mengingatkan undangan agar tidak meninggalkan sholat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

    “Jangan lupa sholat agar tidak melarat,” pesannya.

    Kami sekadar memberitahukan bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, bahkan tokoh agama dari berbagai wilayah, turut hadir dalam kesempatan ini.

  • Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    Polres Pamekasan Tingkatkan Literasi Digital Pelajar Lewat Sosialisasi Pemanfaatan AI di SMKN 3

    PAMEKASAN ( a-satu.net/ ) Satuan Binmas Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menggelar kegiatan sosialisasi "Program Paham Artificial Intelligence (AI)" bagi para siswa-siswi di SMKN 3 Pamekasan, Jalan Kabupaten No. 103, Selasa (18/8/2026) pagi.

    ​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Pamekasan AKP Nanang HP, S.H. beserta tim yang terdiri dari enam personel. Turut hadir dalam acara ini Kepala Sekolah SMKN 3 Pamekasan, para guru pendamping, serta sekitar 100 pelajar yang mengikuti materi dengan penuh antusias.

    Kapolres Pamekasan melalui ​Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah proaktif Kepolisian dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kesadaran teknologi di kalangan generasi muda.

    ​"Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI saat ini berjalan sangat pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, etis, dan produktif," ujar IPDA Yoni.

    ​Ia menambahkan bahwa selain dorongan untuk terus berinovasi, edukasi mengenai keamanan digital dan etika penggunaan teknologi juga penting diberikan untuk membentengi pelajar dari ancaman kejahatan siber, penyebaran disinformasi, serta penyalahgunaan data pribadi.

    ​"Kami berharap para siswa-siswi SMKN 3 Pamekasan tidak hanya menjadi pengikut arus teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," pungkasnya.

    ​Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung aman, lancar, dan mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah maupun para peserta.

  • Ibu Tega Bunuh Anak Kandung di Pamekasan, Polisi Dapati Pelaku Masih Pegang Pisau

    Ibu Tega Bunuh Anak Kandung di Pamekasan, Polisi Dapati Pelaku Masih Pegang Pisau

    ​PAMEKASAN ( Ketika Data ) Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan melalui jajaran Polsek Pademawu dan Satreskrim Polres Pamekasan bergerak cepat mengamankan seorang wanita berinisial DA (31) atas dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri, TD (10), di Dusun Karang Dalem, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Senin (17/8/2026).

    Kapolres Pamekasan melalui​Kasihumas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut dan mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah berhasil di amankan oleh petugas bersama warga setempat.

    ​”Memang benar, pada Senin (17/8) sekitar pukul 11.00 WIB, tim gabungan Polsek Pademawu dan Satreskrim Polres Pamekasan langsung mendatangi TKP setelah menerima informasi masyarakat terkait adanya dugaan pembunuhan di Desa Pademawu Barat. Korban meninggal dunia merupakan anak perempuan berusia 10 tahun, dan terduga pelaku adalah ibu kandungnya sendiri,” ungkap IPDA Yoni Evan Pratama.

    ​Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika pelaku menyuruh ibu kandungnya (nenek korban) pergi membeli makanan bersama dua anaknya yang lain. Saat situasi rumah sepi dan hanya ada pelaku serta korban, aksi penganiayaan tersebut diduga terjadi.

    ​Sekitar pukul 11.00 WIB, nenek korban yang baru kembali mendapati korban sudah tergeletak di teras depan rumah dalam kondisi bersimbah darah. Korban sempat dilarikan warga ke Puskesmas Pademawu dan dirujuk ke RSUD Pamekasan, namun nyawanya tidak tertolong.

    ​”Saat nenek korban kembali ke rumah usai membawa korban ke fasilitas medis, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Warga bersama pihak kepolisian lantas mendobrak pintu dan mendapati terduga pelaku berada di dalam rumah masih memegang sebilah pisau. Pelaku langsung berhasil disergap dan diamankan,” jelas Kasihumas.

    ​Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi di TKP, terduga pelaku diketahui memiliki riwayat medis gangguan jiwa. Meski sempat sembuh, kondisi kejiwaan pelaku dilaporkan kambuh dalam empat hari terakhir dan masih dalam masa konsumsi obat penenang/jiwa.

    ​”Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti sebilah senjata tajam telah kami amankan di Mapolres Pamekasan. Penyidik Satreskrim Polres Pamekasan saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk berkoordinasi dengan tim medis/psikiater untuk melakukan observasi resmi terkait kondisi kejiwaan terduga pelaku,” tutup IPDA Yoni Evan.